Langsung ke konten utama

ADAB MENUNTUT ILMU


Orang yang cerdas adalah mereka yang mempersiapkan diri untuk hari yang sudah pasti (Akhirat), sehingga selalu melakukan perbaikan diri sebagai bentuk persiapan menuju akhirat merupakan suatu keniscayaan. 


Setiap orang selalu ingin menjadi pribadi yang baik, menjadikan orang-orang disekitarnya baik dan keberadaannya juga membawa kebaikan bagi orang lain. untuk itu dibutuhkan sarana untuk bisa terus membenahi diri, dibutuhkan ilmu untuk bisa terus meng up grade diri, dibutuhkan teman untuk bisa senantiasa mengingatkan dikala khilaf dan dibutuhkan komunitas untuk bisa bertukar fikiran dan saling menyemangati.

Alhamdulillah saya bertemu dengan komunitas  Institut Ibu Profesional (IIP) yang merupakan komunitas para ibu yang berusaha untuk menjadi ibu-ibu terbaik bagi kader biologisnya, istri terbaik bagi suaminya dan tauladan yang pantas bagi masyarakat sekitarnya.

Berilmu sebelum beramal merupakan prasyarat untuk melakukan perbaikan-perbaikan itu dan Adab adalah pintu ilmu bagi yang ingin  mencarinya. Adab harus dimiliki para pencari ilmu untuk memperoleh keberkahan ilmu  sehingga "ziyadatul khair" dari ilmu dari ilmu tersebut akan terus mengalir.

Adab (tata krama) tidak bisa diajarkan, ia hanya bisa ditularkan. Sebelum para pencari ilmu menuntut ilmu ia harus memperhatikan adab terhadap dirinya sendiri, adab terhadap gurunya serta adab terhadap sumber ilmu. semoga ilmu Allah SWT yang luas ini dapat kita pelajari dan keberkahan selalu membersamai kita.

Abu Zakariya An Anbari rahimahullah mengatakan:
علم بلا أدب كنار بلا حطب، و أدب بلا علم كروح بلا جسد
“Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh” (Adabul Imla’ wal Istimla’ , dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi ).
Sebagai pendalaman dari materi Adab menuntut ilmu,  maka dari sedemikian luas dan banyaknya ilmu di universitas kehidupan ini, profesionalitas adalah ilmu yang sangat ingin saya tekuni. 

Alasan terkuat untuk mendalami ilmu ini adalah menjadi apapun kita dan dalam profesi apapun kita, maka profesionalitas adalah prasyarat penting dan mutlak agar semuanya dapat dilakukan secara baik dan optimal.

Sebagai ibu yang bekerja diluar rumah, saya sangat ingin agar hak-hak orang yang menjadi tanggungjawab saya dapat saya penuhi secara proporsional. Mulai dari bagaimana menjadi hamba yang sholih,bagaimana mengurus rumah sehingga nyaman untuk ditempati semua anggota keluarga, mendidik dan membersamai anak anak, menjadi istri dan teman yang menyenangkan bagi suami, berbagi ilmu dengan masyarakat serta menjadi atasan yang baik bagi para staf, serta staf yg baik bagi atasan tentu harus dilakukan secara profesional.

Karena pertanggungjawaban terhadap anugerah ini bukan hanya di dunia namun juga di akhirat. Sehingga setiap peran dapat dilakukan dengan maksimal tanpa ada yang harus dikorbankan

Untuk bisa memperoleh ilmu tersebut, maka Strategi menuntut ilmu yang saya rencanakan :
  • Menggali pengalaman orang-orang sukses dan mengambil sisi-sisi baik  sebagai refferensi yang mungkin saya terapkan dalam kehidupan saya. Karena setiap keluarga itu unik dan pengalaman orang tidak mungkin bisa kita adopsi secara keseluruhan
  • Mengikuti pelatihan-pelatihan parenting dan manajemen. Anak kita akan hidup dizamannya, bukan zaman kita.Pada zaman penuh fitnah ini kita membutuhkan skill dan bekal agar  mampu membersamai anak-anak dalam tumbuh kembangnya
  • Menularkan kebiasaan-kebiasaan baik dan menjadi model bagaimana berprilaku yang layak dan pantas dalam keluarga dan dunia kerja. 
  • Memotivasi diri dan keluarga untuk bersama sama mendukung upaya untuk sukses bersama dan profesional bersama
  • Memperbanyak refferensi dengan membaca
  • Aktif mengikuti kelas dan berkontribusi didalamnya
  • membuka diri untuk dikritik, berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan komunitas IIP khususnya 
  • Bersungguh -sungguh dalam mempraktekkan ilmu yang diperoleh

Sehebat apapun guru, sebagus apapun ilmu maka semuanya akan sia-sia  kalau sang pencari ilmu sendiri tidak melakukan perbaikan sikap dalam proses mencari ilmu. Sehingga beberapa sikap yang harus saya perbaiki dalam menuntut ilmu :
  • Niat yang harus selalu diperbaharui dan diperbaiki, semuanya Lillahi ta'ala, semoga Allah SWT meridhai usaha ini
  • Menunda-nunda pekerjaan merupakan hal yang harus saya perbaiki, mengingat saya adalah MS Last Minute yang biasanya punya ide diwaktu-waktu mepet dan ini benar-benar gak bagusss...
  • Perasaan lebih tahu, lebih senior, lebih pintar adalah anak dari sikap sobong  yang harus dihilangkan dalam menuntut ilmu.
  • Malas menulis adalah penyakit yang harus saya perbaiki, mengingat menulis adalah pengikat ilmu;
  • Cuek, tidak peduli dan masa bodoh juga merupakan hal yang harus dibuang janu-jauh... melaksanakan tugas, mendengar arahan guru merupakan bentuk ihtirom kepada guru, semoga ilmunya berkah dan bermanfaat sepanjang hayat dan dapat diwarisi kepada generasi berikutnya;
  • Mudah menyerah dan banyak mengeluh harus benar-benar diperbaiki. Karena kita punya jatah waktu yang sama di dunia ini, kalau kita keteteran lalu mengeluh berarti kita yang gak profesional....yuk cari ilmunya...

Sangat banyak hal yang harus dipelajari dari  universitas kehidupan ini, namun menjadi ibu profesional adalah langkah awal untuk dapat melaksanakan misi peradaban sebagai ibu para pemimpin masa depan.

Semoga Allah ridhai langkah ini dan dimudahkan dalam mencapainya...


KM 3,5 Tanjungpinang, 24 januari 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN

Perubahan merupakan suatu keniscayaan, mereka yang tidak mau berubah dan mengikuti perkembangan zaman, maka mereka harus siap untuk tertinggal dan kalah. Kalah karena orang lain sudah meng up grade diri dengan lebih baik, kalah karena kita tidak bisa lepas dari urusan domestik, kalah karena begitu lajunya perubahan zaman dan kita stagnan tidak move on . Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama. Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyaraka...

Abi deh...Jagonya...

Abi...pempersnya zaid habis.... yang ada tinggal punya Athiya, itupun tinggal 2, itu adalah salah satu contoh laporan rutinku ke suami. mulai dari pempers habis, gula, teh, susu, minyak goreng dan sabun semuanya dilapor ke Abi. Yang diberi laporan terkadang langsung bilang oke nanti abi beli, kadang menjawab abi lagi gak ada uang, kadang juga diam dan ngangguk...(mungkin mikir uangku masih ada gak ya...) atau terkadang dia akan bilang abi yang beli tapi uangnya dari ummi ya... Cerita ini bukan tentang uangnya dari mana, tapi lebih pada  sigapnya suami saya untuk belanja urusan yang satu ini. Beliau adalah seorang dengan mesin kecerdasan (MK) Thinking Introvert (Ti) kalau versinya STIFIN. Beliau adalah makhluk yang anteng berlama-lama di depan computer, gadget, TV ataupun buku...pokoknya benda-benda begitu deh.... jangan berharap beliau akan menyapa duluan orang yang belum dia kenal hanya untuk mencairkan suasana....beda banget dengan istrinya...semua orang disapa dan diajak ...

MOM, PREPARE YOUR RAMADHAN

Kemarin dapat tantangan dari suami sang kepala sekolah “ Rijaluyyas’a”   untuk membuat kegiatan ramadhan dengan tema “ Rumah Kita Rumah Quran”.   Sebagai manager silahkan dibuat kegiatannya, nanti abi evaluasi ya… (gaya banget nih pak kepsek… ujuk-ujuk evaluasi). Persiapan ini harus dibuat jauh-jauh hari mengingat saat ramadhan, para penghafal quran akan pulang dan rumah harus representative guna mendukung kebiasaan mereka dan menyemangati yang muqim agar semangat juga menghafal quran.   Dan biar perubahannya gak mendadak, pengkondisian dilakukan sedini mungkin tidak hanya buat ummi dan abi, ini khusus buat mas Muadz, uda Zaid dan adek Athiya. Di sela-sela pembicaraan, beliau teringat akan pertanyaan seorang peserta kemah quran nusantara kepada ustadz Abdul aziz. Sang penannya bertanya tentang hadist yang memberikan kabar gembira kepada para orang tua yang anaknya menghafal quran bahwa nanti mereka akan dipakaikan jubbah kemuliaan, dan ustadz Abdul Azis mengat...